GEOPARK RANAH MINANG SILOKEK MATANGKAN PERSIAPAN VALIDASI UNESCO
Presentasi BP Geopark di hadapan audien
Sijunjung – Pemerintah Kabupaten Sijunjung terus memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Validasi Ranah Minang Silokek Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) yang akan dilaksanakan pada 17 hingga 21 Agustus 2026 mendatang. Sebagai bagian dari tahapan akhir persiapan, Pemerintah Kabupaten Sijunjung menggelar rapat lanjutan pada Kamis (6/8/2026) di Kantor BAPPPEDA Kabupaten Sijunjung.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Silokek, KPHL Sijunjung, pemerintah nagari, pengelola desa wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola homestay, pelaku usaha, komunitas, satuan pendidikan formal hingga organisasi olahraga
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Jaheri, S.Sos., M.Si., dan dihadiri oleh berbagai unsur yang terlibat dalam pengelolaan kawasan Geopark Ranah Minang Silokek. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kesiapan seluruh pihak, menyamakan persepsi, serta memastikan setiap komponen telah siap menyambut kedatangan tim validator UNESCO.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah menekankan bahwa proses validasi UNESCO bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pengelola Geopark, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sijunjung. Oleh karena itu, diperlukan komitmen, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat agar seluruh aspek penilaian dapat ditampilkan secara optimal.
Dalam rapat tersebut, Ketua Harian Badan Pengelola (BP) Geopark Ranah Minang Silokek juga turut memberikan arahan sekaligus memaparkan presentasi mengenai aspek teknis pelaksanaan kunjungan Tim Evaluator UNESCO Global Geopark (UGGp). Pemaparan tersebut mencakup jadwal dan rangkaian kegiatan kunjungan evaluator, pengaturan akomodasi dan transportasi, penetapan penerjemah (translator) yang akan mendampingi tim evaluator, serta mekanisme komunikasi antara evaluator dengan pemegang kartu identitas (ID Card) di setiap lokasi kunjungan.
Selain itu, dibahas pula teknis perjalanan Tim Evaluator mulai dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Kabupaten Sijunjung, pembagian tugas pemandu geowisata yang akan mendampingi selama proses evaluasi, serta penentuan narasumber yang bertanggung jawab memberikan penjelasan kepada tim evaluator pada setiap geosite dan lokasi pendukung. Berbagai aspek teknis lainnya juga menjadi perhatian guna memastikan seluruh rangkaian evaluasi berlangsung tertib, terkoordinasi,
Selain itu, setiap instansi dan mitra diberikan tugas sesuai bidang masing-masing untuk memastikan seluruh lokasi yang akan dikunjungi telah memenuhi standar yang diharapkan. Kolaborasi antar-OPD, pemerintah nagari, masyarakat, dan pelaku usaha diharapkan mampu memberikan kesan terbaik kepada tim validator UNESCO.
Pelaksanaan validasi ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sijunjung dalam mewujudkan Geopark Ranah Minang Silokek sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks. Melalui kerja sama seluruh pihak, diharapkan proses validasi berjalan lancar dan mampu menunjukkan komitmen Kabupaten Sijunjung dalam melestarikan warisan geologi, budaya, serta keanekaragaman hayati melalui konsep pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Dengan semakin intensifnya koordinasi yang dilakukan menjelang hari pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Sijunjung optimistis seluruh rangkaian validasi pada 17–21 Agustus 2026 dapat terlaksana dengan baik dan menjadi langkah strategis menuju pengakuan dunia bagi Geopark Ranah Minang Silokek sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.
EN
FR
KO