Logo Geopark Logo Kabupaten Sijunjung
Keberagaman

Budaya

Keragaman Budaya di Ranah Minang Silokek Geopark

Surau Simauang

Budaya 22 Jul 2026
Surau Simauang

Surau Simauang tampak Depan

Perbesar

Surau Simauang

Surau Simauang merupakan salah satu surau tua yang berada di Tapian Diaro, Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Surau ini awalnya berupa sebuah rumah ketek (rumah kecil) berukuran sekitar 2 × 3 meter, berdinding dan berlantai kayu, serta beratap daun kelapa dengan tiang bambu. Seiring berjalannya waktu, bangunan asli mengalami pelapukan sehingga tidak lagi layak digunakan.

Sekitar tahun 1703 Masehi, dibangun sebuah bangunan baru yang lebih besar sebagai pengembangan surau. Rumah ketek tersebut kemudian dipindahkan ke dalam bangunan utama sebagai bentuk pelestarian. Bangunan besar ini berfungsi sebagai tempat tinggal imam atau angku surau, sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan, musyawarah, dan pengajian Tarekat Syattariyah. Di dalamnya terdapat lima buah tiang utama, tiga buah jendela, sebuah gong besar yang hingga kini masih digunakan sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat, serta sebuah gantungan pakaian kuno dari kayu yang menjadi bukti bahwa surau ini pernah dihuni oleh banyak santri.

Kompleks Surau Simauang terdiri atas lima bangunan. Bangunan utamanya adalah Surau Tua berukuran 10,30 × 12,30 meter, yang menjadi pusat aktivitas para santri. Bangunan ini berdinding setengah kayu (semi permanen) dengan atap seng lancip. Di dalam kompleks juga terdapat pustaka mini berukuran 3,85 × 5,80 meter sebagai tempat penyimpanan manuskrip dan naskah kuno, rumah imam yang juga difungsikan sebagai tempat pengajian tarekat dan musyawarah berukuran 10,35 × 10,20 meter, kompleks pemakaman, serta Surau Baru yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan ibadah sehari-hari. Karena kondisi Surau Simauang asli telah lapuk, pelaksanaan salat lima waktu kini dipusatkan di Surau Baru.

Selain memiliki nilai sejarah dan arsitektur, Surau Simauang juga merupakan salah satu surau tarekat Syattariyah yang menjadi destinasi wisata religi dan ziarah di Kabupaten Sijunjung. Setiap tahunnya, ribuan peziarah datang untuk berbagai keperluan, seperti membayar nazar, berziarah ke makam ulama, mengikuti kegiatan keagamaan, maupun mempelajari sejarah Islam di Minangkabau.

Nama Simauang sendiri diambil dari pohon simauang (Pangium edule) yang dahulu tumbuh di sekitar kawasan surau. Surau ini merupakan surau ketiga di kawasan Sijunjung yang memiliki khazanah manuskrip setelah Surau Calau dan Surau Syekh Yasin.

Surau Simauang pernah menjadi salah satu pusat perkembangan intelektual Islam di Sumatera Barat. Di tempat ini tersimpan 88 manuskrip kuno beraksara Arab-Melayu dengan jumlah mencapai 20.914 lembar, yang ditulis tangan pada kertas berusia sekitar 800 tahun. Manuskrip-manuskrip tersebut memuat beragam pengetahuan, mulai dari sastra, sejarah, hagiografi (riwayat tokoh-tokoh suci), ajaran agama, pengobatan tradisional, hingga berbagai ilmu lainnya. Keistimewaan koleksi ini semakin lengkap dengan keberadaan iluminasi atau ragam hias khas pada setiap naskah, yang menjadi bukti tingginya tradisi intelektual dan seni penulisan Islam di surau-surau tarekat Minangkabau.

Hingga saat ini, Surau Simauang tetap menjadi simbol penting warisan budaya dan spiritual masyarakat Sijunjung. Keberadaannya tidak hanya merepresentasikan perkembangan Islam melalui Tarekat Syattariyah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah, pendidikan, serta tradisi intelektual Minangkabau yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Galeri Foto

Surau Simauang tampak Depan

Surau Simauang tampak Depan

Surau Simauang 2
Surau Simauang 3
Makam Syekh Malin Bayang , Surau Simauang

Makam Syekh Malin Bayang , Surau Simauang

Surau Simauang 5
Surau Simauang 6

6 foto - klik foto untuk memperbesar

Lokasi & Jarak

Jarak dari lokasi Anda:

Buka Rute (Google Maps)